Judul Komik: KOPRAL JONO
Author : Nita Dananti Dewi
Baca versi Premium
Baca versi Gratis
Jangan main-main dalam mengambil
tema atau membuat karakter sebuah komik !
Apakah ini ancaman? Peringatan ?
Bukan. Ini cuma kata-kata iseng
yang nggak usah dipikirkan kelanjutannya..(Ha..ha..ha..)
Sekedar sharing pengalaman, kadang
proses pembuatan sebuah komik bisa lebih seru dari komiknya sendiri (apalagi
kalau komiknya memang nggak ada seru-serunya sama sekali. Ehem !)
Dan satu pengalaman yang ingin
kuceritakan disini adalah waktu aku membuat komik KOPRAL JONO, untuk Lomba Ngomik
Indonesia Banget 2011 (Ngomik.com). Mengambil tema perjuangan dengan karakter
utama konyol, agak naif, dan sering sial. Gara-gara itu aku bener-bener dibuat
merasakan yang namanya perjuangan. Gara-gara itu pula, aku sempat merasa lebih
konyol dari semua karakter komik yang penah kubuat.
Di bulan Agustus 2011, semua ini
berawal. Aku dapat info lomba sudah agak telat. Jadinya aku cuma punya waktu
kurang dari sebulan (sebelum deadline tanggal 9 September 2011). Dengan
semangat menyala-nyala aku mulai mengerjakannya. Tapi menyelesaikan komik 29
halaman dengan waktu yang cuman segitu ternyata nggak mudah. Ide yang datangnya
cuma sepotong-sepotong, membuatku menghabiskan persediaan mie instan di rumah (ada
beberapa temen yang suka nyari ide sambil ngopi, nah aku nyari ide sambil makan
mie
). Genre komedi yang sejak awal kupilih, lama-lama kerasa berat. Yak... mungkin
aku kepedean, merasa akan bisa membuat orang tertawa. Dan setelah kubaca-baca
lagi draftnya, aku cuman bisa bilang, “nggak ada waktu lagi buat pindah
genre...” (yaaah.....)
Kemampuan menggambarku ternyata
lebih parah lagi dari kemampuan berceritaku. Teknik gambar yang manual 100 %, garis
panel yang mencong-mencong, ditambah sidik jariku yang belepotan dimana-mana,
membuatku merasa ngeri sendiri. Empat hari sebelum deadline, 10 halaman
terakhir masih putih bersih belum diapa-apain, halaman-halaman awal juga masih
bolong-bolong, dan cover juga belum dibuat. Waktu terus merambat. Begadang buat
ngerjain komik pun dilakukan, tapi nggak selesai-selesai juga (membuatku
merasakan bagaimana rasanya kalau para komikus sedang dikejar deadline, jadi
salut sama mereka!).
Tanggal 8 September 2011 siang, dengan
covernya yang masih basah (cat air) akhirnya naskah siap (meski jelas nggak
maksimal). Lega untuk sesaat. Ya..sesaat, sampai kemudian panik lagi saat mau
mengubah naskah ke format digital.
“Wah nggak bisa! Sini scannernya
ukuran kwarto” Dhuueeeeeng....!! Kata-kata
mbak di tempat fotokopian, baru menyadarkanku kalau kertas yang kugunakan untuk
bikin komik itu ukurannya folio sedangkan kebanyakan scanner di tempat-tempat
fotokopi & cetak digital ukurannya kwarto. Dan benar saja, hampir semua
tempat fotokopi & cetak digital di kotaku kudatangi, tapi nggak ada yang
punya scanner ukuran folio.
Capek, panas, hampa, patah hati
(berlebihan..) aku pulang. Rasanya kecewa banget, sia-sia banget, tapi
untungnya aku belum benar-benar menyerah. Keinginanku yang besar untuk bisa
ikut lomba ngomik, sanggup membuatku melakukan hal apa saja, termasuk tindakan
nggak populer sekaligus nggak keren, mengubah naskah komik dari ukuran folio ke
kuarto dengan mengadopsi teknik sepupuku yang anak TK: menggunting dan
menempel.
Begadang again!
9 September 2011, batas waktu
terakhir upload komik. Naskah selesai di scan, tanpa sempat diedit segala
macam, langsung ku upload sebagai komik premium di Ngomik.com. Wah legaaaa
banget rasanya. Udah? Selesai? Belom!
Dasar aku memang ceroboh, nggak
teliti, gaptek juga! (penyakit yang nggak sembuh-sembuh) ternyata aku lupa
naruh komik di slot submisi lomba. Seminggu kemudian baru ketahuan ternyata aku
nggak masuk dalam daftar peserta lomba. Huuuaaaaaaaa....... (kebayang gimana
tololnya aku )
Dari saran temen ngomik, aku disarankan menghubungi adminnya. Dan Alhamdulillah.......
mereka baik-baik. Komikku akhirnya diikutkan dalam lomba dan aku mendapatkan
nomor urut 11 waktu itu.
Yaah...ini adalah pengalaman
ngomik yang nggak akan pernah kulupakan. Aku bersyukur dan berterimakasih pada
semuanya, akhirnya komik KOPRAL JONO mendapatkan juara ketiga untuk kategori
pilihan juri.
Komik KOPRAL JONO adalah komik
one-shot, tapi aku yakin masih bisa melanjutkannya dalam banyak chapter.
Karakter Kopral Jono sendiri kadang seperti memberiku semangat agar aku bisa
menyelesaikan komiknya. Harapanku semoga yang baca komik ikut tertular
semangatnya juga :)
*****

Tidak ada komentar:
Posting Komentar